Ayo Mengabdi “Kampung Adat Wainyapu”

Ayo Mengabdi “Kampung Adat Wainyapu”

“Ayo Mengabdi” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu yang terbuka untuk umum. Pengabdian akan dilakukan di 3 Kampung adat Sumba Barat Daya yaitu kampung adat Ratenggaro, Kampung adat Wainyapu, kampung adat Bondo kampumbu pada tanggal. 7-10 Juli 2017. Setiap peserta dapat memilih lokasi pengabdian di salah satu kampung adat tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pemberdayaan masyarakat untuk mengolah potensi lokal daerah,  pengabdian dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelestarian lingkungan dan sosial budaya.

Kampung Wainyapu

Kampung Adat Wainyapu merupakan sebuah kampung adat yang terletak di tepi pantai selatan kabupaten kodi, Sumba Barat Daya, berjarak sekitar 63 km dari Kota Tambolaka dan dapat ditempuh melalui jalur darat. Kampung Wainyapu menjadi salah satu Kampung Adat yang menarik untuk dikunjungi karena keindahan alam dan kebudayaan masyarakat setempat yang masih memegang kepercayaan marapu serta memelihara adat istiadat leluhur. Terdapat 60 unit rumah adat (Uma Kalada) yang masih terjaga keasliannya dan ±1.058 batu kubur megalit unik yang sudah tidak dapat dijumpai di sebgaian daerah dengan peradaban maju. Pemandangan elok tepi pantai dengan deretan rumah adat yang menjulang ke awan menajdi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan termasuk akpal pesiar untuk singgah menepi melihat keindahahan kampung adat wainyapu yang terletak di tepi pantai ini. Daya tarik lain dari kampung ini adalah pemandangan indah yang akan memukau setiap pengunjung dengan deretan rumah adat karena letaknya yang berada ditepi pantai letaknya yang berada tepat di tepi pantai dengan wainyapu dan menjadi pemandangan unik dengan pesona alam dibalik pepohonan yang menampakkan menara – menara atap rumah adat yang menjulang tinggi. Sebagaian besar masyarakat dikampung ini bermatapencaharian sebagai petani dengan pendapatan yang tidak menentu.

CLICK HERE FOR REGISTRATION

 

Ayo Mengabdi “Kampung Adat Ratenggaro”

Ayo Mengabdi “Kampung Adat Ratenggaro”

Detail Kegiatan

“Ayo Mengabdi” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu yang terbuka untuk umum. Pengabdian akan dilakukan di 3 Kampung adat Sumba Barat Daya yaitu kampung adat Ratenggaro, Kampung adat Wainyapu, kampung adat Bondo kampumbu pada tanggal. 7-10 Juli 2017. Setiap peserta dapat memilih lokasi pengabdian di salah satu kampung adat tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pemberdayaan masyarakat untuk mengolah potensi lokal daerah,  pengabdian dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelestarian lingkungan dan sosial budaya.

Kampung Adat Ratenggaro

Ratenggaro merupakan salah satu kampung adat yang sangat terkenal keindahannya dengan hamparan pasir putihnya yang akan memanjakan mata kepada setiap pengunjung. Secara geografis kampung adat ratenggaro bersebelahan dengan kampung adat wainyapu yang juga terletak di pinggir pantai dan muara sungai Waiha, terletak ± 56 km dari kota Tambolaka. Kampung adat ratenggaro memiliki keunikan pada rumah adat nya (Uma Kelada) yaitu dengan menara yang menjulang tinggi mencapai 15 meter. Hal ini berbeda dengan rumah-rumah adat di kampung lain yang tinggi menaranya hanya mencapai 8 meter. Ratenggaro memiliki arti Kubur Garo, menjadi sangat terkenal karena keunikan budaya dan adat masyarakat nya, diantaranya keberadaan 304 buah kubur batu dan 3 diantaranya berbentuk unik yang terletak dipinggir laut dan merupakan kuburan bersejarah. Masyarakat dikampung ini masih mempraktekkan tradisi Marapu dan adat istiadat peninggalan leluhur seperti kampung – kampung lain pada umumnya yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya. Kampung Ratenggaro menjadi salah satu destinasi bagi para wistawan baik nasional ataupun internasional, selain itu kampung Adat Ratenggaro menjadi kampung adat yang sering didatangi oleh kapal pesiar. Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat yang rata-rata masih rendah. Mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya adalah sebagai petani dan pengrajin tenun sekaligus pedagang.

CLICK HERE FOR REGISTRATION

 

Ayo mengabdi “Kampung Adat Bondo Kapumbu”

Ayo mengabdi “Kampung Adat Bondo Kapumbu”

Detail Kegiatan

“Ayo Mengabdi” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu yang terbuka untuk umum. Pengabdian akan dilakukan di 3 Kampung adat Sumba Barat Daya yaitu kampung adat Ratenggaro, Kampung adat Wainyapu, kampung adat Bondo kampumbu pada tanggal. 7-10 juli 2017. Setiap peserta dapat memilih lokasi pengabdian di salah satu kampung adat tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pemberdayaan masyarakat untuk mengolah potensi lokal daerah,  pengabdian dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelestarian lingkungan dan sosial budaya.

Kampung Adat Bondo Kapumbu

Kampung adat Bondo Kapumbu ini memiliki keunikan dimana terdapat pelataran batu berukuran 10 x 10 m2 terletak di tengah kampung yang berfungsi sebagai mesbah tempat berlangsungnya ritual adat Marapu yang dilakukan oleh para rato (imam) adat. Masyarakat di kampung ini masih mempertahankan tradisi adat istiadat masa lalu yang dilakukan secara turun temurun dari jaman nenek moyang, sehingga sampai saat ini masih dapat di jumpai nama – nama suku yang mendiami kampung ini dengan status dan kedudukannya di dalam kampung. Kampung adat ini terletak di perbukitan yang menyajikan pemandangan alam yang bebas dan sejauh mata memandang. Rumah adat (Uma Kalada) yang ada di kampung ini berjumlah 19 buah dan terdapat 135 kubur batu tua dengan berbagai ukuran, benda – benda kuno peninggalan nenek moyang juga masih tersimpan di kampung ini seperti Tempayan botol, Senapan dari jaman dahulu, Mamoli dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagian besar masyrakat kampung adat bondo kapumbu bermatapencaharian sebagai petani dan peternak dengan pendapatan yang masih rendah.

CLICK HERE FOR REGISTRATION