Ayo Mengabdi “Kampung Adat Ratenggaro”

Ayo Mengabdi “Kampung Adat Ratenggaro”

Detail Kegiatan

“Ayo Mengabdi” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu yang terbuka untuk umum. Pengabdian akan dilakukan di 3 Kampung adat Sumba Barat Daya yaitu kampung adat Ratenggaro, Kampung adat Wainyapu, kampung adat Bondo kampumbu pada tanggal. 7-10 Juli 2017. Setiap peserta dapat memilih lokasi pengabdian di salah satu kampung adat tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pemberdayaan masyarakat untuk mengolah potensi lokal daerah,  pengabdian dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelestarian lingkungan dan sosial budaya.

Kampung Adat Ratenggaro

Ratenggaro merupakan salah satu kampung adat yang sangat terkenal keindahannya dengan hamparan pasir putihnya yang akan memanjakan mata kepada setiap pengunjung. Secara geografis kampung adat ratenggaro bersebelahan dengan kampung adat wainyapu yang juga terletak di pinggir pantai dan muara sungai Waiha, terletak ± 56 km dari kota Tambolaka. Kampung adat ratenggaro memiliki keunikan pada rumah adat nya (Uma Kelada) yaitu dengan menara yang menjulang tinggi mencapai 15 meter. Hal ini berbeda dengan rumah-rumah adat di kampung lain yang tinggi menaranya hanya mencapai 8 meter. Ratenggaro memiliki arti Kubur Garo, menjadi sangat terkenal karena keunikan budaya dan adat masyarakat nya, diantaranya keberadaan 304 buah kubur batu dan 3 diantaranya berbentuk unik yang terletak dipinggir laut dan merupakan kuburan bersejarah. Masyarakat dikampung ini masih mempraktekkan tradisi Marapu dan adat istiadat peninggalan leluhur seperti kampung – kampung lain pada umumnya yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya. Kampung Ratenggaro menjadi salah satu destinasi bagi para wistawan baik nasional ataupun internasional, selain itu kampung Adat Ratenggaro menjadi kampung adat yang sering didatangi oleh kapal pesiar. Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat yang rata-rata masih rendah. Mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya adalah sebagai petani dan pengrajin tenun sekaligus pedagang.

CLICK HERE FOR REGISTRATION

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *